23 February 2011

Suntikan Pertama di Tubuh Lunna

Sabtu kemarin saat papaluna sedang kerja tiba tiba HP papalunna berdering ternyata ada sms masuk dari mamalunna berbunyi "pulang sekolah tadi lunna badanya panas banget, sekarang mama kompres dengan bye bye fever, juga ngeluh perutnya sakit". Duh sakit apa lagi nih Lunna.. 

Saat jam kerja berakhir sekitar pukul 13.00, papalunna bergegas pulang ke rumah. Sampai di rumah disambut dengan tangisan lunna. Papalunna sentuh tubuhnya ternyata memang sedikit panas. Setelah papaluna gendong sebentar tangisannya berhenti dan mulai ngoceh. Melihat keadaannya sudah membaik akhirnya papalunna bilang kalau jam 14.00 nanti papa mau futsal sama teman-teman kantor. Lunna bilang mau ikut dan nggak mau ditinggal. Ya udah akhirnya jam 13.45 papalunna berangkat berdua dengan Lunna untuk main futsal. Baru setengah main Luna merengek minta pulang, entah karena bosan karena tidak ada temannya atau karena memang karena sakit jadi badanpun terasa tidak enak mau ngapa-ngapain. Ya udah akhirnya papalunna antar dulu Lunna pulang sebelum akhirnya papalunna balik lagi untuk melanjutkan waktu permainan futsal yang tersisa.

Hari Minggunya Luna masih dengan sedikit sakitnya yang sudah dicoba diobati oleh mamalunna dengan obat turun panas anak anak yang dibeli dari apotik. Hari minggu itu papalunna dan mamalunna jagong ditempat saudara yang punya gawe. Baru sekitar 1 jam ditempat saudara yang punya gawe tersebut  Luna merengek minta pulang, keliatan tubuhnya lemes karena sakit dan tidak mau makan. Minggu sore itu rencana mau diperiksakan ke dokter Widi yaitu dokter spesialis anak yang cukup terkenal di Kota Sragen, setelah dibawa kesana ternyata tutup. Papalunna lupa kalau dokter Widi tutup praktek pada hari Minggu. Sebenarnya banyak juga dokter dokter yang lain, tapi tidak tahu kenapa Lunna cocoknya dengan dokter Widi, ibaratnya untuk sakitnya yang dulu-dulu begitu diperiksakan ke dokter Widi belum minum obatnya saja sudah sembuh.. sugesti mungkin.. entahlah.

Akhirnya Senin pagi Lunna baru bisa diperiksakan ke dokter Widi, setelah didiagnosa kata dokter Widi kemungkinan ada gejala tipus. Setelah  diberi resep obat yang harus ditebus di Apotik, dokter Widi menyarankan agar Lunna dibawa kontrol kembali nanti pada Hari Kamis.
Sampai hari Selasa sore keadaan Lunna belum juga membaik, panasnya sudah turun tapi masih sering nangis mengeluh perutnya sakit. Minumnya obat dari dokter Widi juga susah karena katanya pahit, bahkan kadang sampai disemburkan. Dengan terpaksa papalunna harus berduet dengan mamalunna untuk memaksa Lunna minum obat dan memastikan tersebut masuk ke mulut Lunna, makannya juga susah padahal mamalunna juga sudah berusaha membuatkan bubur.

Melihat kondisi Lunna seperti itu akhirnya papalunna dan mamalunna bersepakat untuk melakukan uji lab di Budi Sehat. Setelah konfirmasi ke customer servicenya akhirnya sekitar jam 19.00 papalunna, mamalunna dan Luna sampai juga di Budi Sehat. Melihat gejala-gejala mencurigakan di tempat asing Lunna pun menangis keras hingga harus dibawa mamalunna ke luar ruangan. Setelah berkonsultasi dengan mbaknya Budi Sehat akhirnya diputuskan Lunna akan diperiksa dari kemungkinan tipus atau demam berdarah. 

Yang jadi permasalahan adalah bagaimana caranya mengambil darah Lunna yang sudah menangis keras di luar ruangan karena takut, akhirnya dengan sedikit rayuan dan tipuan Lunna dengan digendong mamalunna bisa dibawa ke ruang pengambilan sampel darah. Dengan digendong mamalunna dan rayuan 2 orang mbaknya Budi Sehat dan sedikit paksaaan oleh papalunna akhirnya lengan kiri Lunna siap untuk dimasuki jarum suntik untuk mengambil sampel darah Lunna. Papalunna lihat wajah mamalunna yang pucat dan meneteskan airmata karena tidak tega melihat Lunna akan disuntik, wajahnyapun selalu berpaling tidak berani melihat langsung proses tersebut. Setelah ketemu titik nadi yang dicari dengan sigap mbaknya Budi Sehat segera menghunuskan jarum suntiknya, dan tidak berapa lama... Bless.. darahpun mengalir memenuhi tabung suntik. Itulah suntikan pertama di tubuh Lunna sejak lahir hingga sekarang hampir berusia 4 tahun. 

Setelah hampir 1 jam menunggu akhirnya hasil labnya keluar dan hasilnya cukup normal untuk DP negatif cuma tipus ada sedikit gejala dengan hasil lab 1/80. Mbaknya Budi Sehat menyarankan agar Lunna banyak beristirahat dan makan yang lembut lembut dulu...

Saat ini, saat tulisan ini ditulis sekitar jam 18.38 keadaan Lunna sudah membaik, panasnya sudah turun dan juga suda tidak mengeluh sakit perut, makannya juga sedikit demi sedikit mulai kembali normal. Sekarang malah sedang asyik nonton film Spongebob di Global TV.

Papa hanya berdoa, semoga suntikan itu adalah suntikan yang pertama dan juga sekaligus suntikan terakhir di tubuh Lunna. Papalunna dan Mamalunna tidak akan pernah tega ketika melihatmu disuntik dan melihat tetesan darahmu. Semoga Lunna selalu sehat ya nak..

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger template 'Personal Blog' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP